Waspada Terlalu Lama Melajang Dapat Berisiko Penyakit Stroke dan Jantung

Melajang menjadi status romansa yang sekarang ini justru semakin sering dialami banyak orang, tidak hanya para anak muda tapi juga orang dewasa. Beberapa diantaranya melajang karena masih sering kali gagal dalam hubungan, beberapa lainnya melajang karena masih memiliki trauma dari hubungan sebelumnya atau beberapa lainnya melajang karena mereka memang memilihnya.


Melajang alias jomblo mungkin hanya sekedar status belaka, karena memang sebenarnya kita masih bisa mendapatkan perasaan bahagia atau bahkan cinta tanpa memiliki status hubungan yang jelas dengan seseorang. Tapi sayangnya melajang sering kali disebut sebagai sisi kehidupan yang justru bisa membahayakan kesehatan.

Hasil penelitian terbaru yang melibatkan sekitar 181ribu lebih partisipan menemukan sebuah fakta yang cukup bisa membuat para jomblo “berkeringat”. Pasalnya disebut jika lama melajang berisiko stroke dan jantung, benarkah?

Seperti yang dilansir dari salah satu media ternama tanah air, menyebut jika mengisolasi diri, kurang bersosialisasi dan sering merasa kesepian memiliki kaitan terhadap penyakit stroke dan penyakit jantung. Bahkan dari hasil penelitian mereka yang mengalami dan melakukan hal tersebut tanpa ia sadari meningkatkan risiko penyakit stroke sekitar 32 persen dan penyakit jantung sekitar 29 persen.

Hal tersebut disebabkan karena rasa kesepian bahkan penolakan untuk bersosialisasi menyebabkan kekebalan tubuh menurun tapi meningkatkan tekanan darah sehingga menyebabkan stroke dan penyakit jantung. Bahkan menurut salah satu media internasional kondisi tubuh seperti itu juga sangat berisiko tinggi kematian dini.

Melihat dari hal tersebut orang-orang yang melajang alias jomblo selama ini sangat identik dengan rasa kesepian dan sangat kurang bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya meski memang harus diakui tidak semua jomblowers seperti itu.

Tapi tenang, karena risiko stroke dan jantung tersebut masih dalam tahap penelitian yang lebih dalam karena sejumlah pakar menyebut jika risiko stroke dan penyakit jantung juga dipengaruhi oleh pola makan dan pola hidup yang dilakukan oleh para lajang. Jika pola hidupnya memang buruk maka sebaiknya berhati-hatilah.

Sumber: Segiempat